Dunia perfilman Indonesia sedang dikerumuni oleh film- film yang tak berkualitas. Terutama film horor dan film lain yang berbau seksual. Sebelumnya film garapan indonesia yang patut ditonton semakin sedikit. Tak heran kalau masyarakat indonesia lebih memilih untuk menonton film Barat yang jauh lebih bermutu dibanding film horor indonesia yang tak mendidik itu. Di tahun 2011 ini lahirlah film yang diadaptasi dari novel karya penulis ternama Asma Nadia berjudul "rumah tanpa Jendela". Sedangkan judul cerita di novelnya sendiri adalah Jendela Rara. Namun di dalam cerita tersebut belum dikembangkan secara menyeluruh. karena ini merupakan cerita pendek.

Kisah ini diawali dengan tokoh utama seorang gadis kecil bernama Rara yang hidup dari keluarga pemulung dan serba berkecukupan. Hanya satu impiannya, yaitu mempunyai jendela di rumahnya walaupun hanya satu. menurutnya dengan jendela kita bisa melihat dunia sekitar, bisa menghirup udara segar di pagi hari, serta matahari bisa masuk menyinari sela-sela sudut rumahnya. tapi apa daya, penghasilan bapaknya pun hanya cukup untuk kehidupan sehari hari.
Seiring berjalannya waktu, Rara bertemu dengan seorang anak laki-laki berkebutuhan khusus (baca:cacat) bernama Aldo. Berbeda dengan Rara, Aldo hidup di rumah mewah dan keluarga yang lengkap. Rara dan Aldo pun menjalin persahabatan sejak itu.Namun, kelainan Aldo tidak disukai kakaknya sendiri karena ia malu di depan teman-temannya dan juga pacarnya.
Di pesta ulang tahun kakaknya Aldo, Rara dan teman-teman pemulungnya diajak untuk menyanyi dan menari di atas panggung. Mereka sangat senang sekali, belum pernah rara sebahagia ini. Tapi, Neneknya Rara (mbok) sakit-sakitan di rumah sendiri, dan tiba-tiba rumahnya kebakaran. Ayahnya rara mencoba menyelamatkan si mbok dari Kebakaran tersebut. Sayangnya, sesampai mereka di Rumah Sakit, nyawa sang ayah tak tertolong. Rara sangat terpukul oleh kejadian itu. Ia mengingat - ingat semua kenangan yang ia lewati bersama ayahnya. Sungguh sulit untuk dilupakan.
Untungnya, nyawa si mbok masih bisa terselamatkan, walaupun beliau belum siuman, Rara tetap bersyukur dan terus menjaganya tiap hari. Rara tak henti - hentinya berdoa dan mengaji di sebelah tempat tidur si mbok. Beberapa hari kemudian, akhirnya beliau siuman dan kembali sehat.
Setelah si mbok keluar dari rumah sakit, keluarga aldo menitipkan villanya untuk rara dan si mbok. Mereka mengunjungi villa itu seminggu sekali. Rara sekarang dapat bersekolah di pesantren. Dan akhirnya impian rara terwujud. Tak hanya satu jendela di rumahnya, tapi dua, tiga bahkan lebih jendela untuk satu impian rara yang sudah lama ia inginkan. Setiap hari rara bisa meliat pemandangan di luar, sinar matahari bisa masuk ke rumah. Ya, itulah yan rara inginkan, walau tanpa ayah, rara masih mempunyai si mbok bersamanya.


lebih suka nonton pilem horor seksi -.-
ReplyDelete