Fajrul Islam kini menyingsing Merentas dakwah yang kian terasing Walau mereka kan terus menuding Langkah kami tak akan bergeming Kami yakini dakwah ini takkan berhenti Walau mereka terus menghalangi Ya Allah teguhkan langkah kaki kami Tuk arungi risalah dakwah nan suci Wahai kawan..ayolah bangkit Selimut kemalasan hancurkanlah Berjuang bersama kami Menuju fajar kebangkitan Islam Berderap berderap maju ke hadapan Singkirkan hancurkan segala kedzaliman Tinggikan kibarkan panji-panji Islam Di bawah naungan cahaya Al-Qur’an FAjRul Islam kini menyingsing Merentas dakwah yang kian terasing Walau mereka kan terus menuding Langkah kami tak akan bergeming

Monday, July 19, 2010

Brand New Day

| |

Assalamualaikum

Setelah sekian lama ga nulis blog lagi, beberapa tulisan terakhir isinya curhatan semua...hufff...that's life. Kesibukan mahasiswi tingkat akhir, sebenarnya ga sibuk-sibuk amat. Waktu 24 jam itu bisa dibagi-bagi dgn seimbang.Tapi, manusia ada kalanya mengalami kejenuhan di tengah-tengah penyelesaian tugas akhir. Akan sangat terasa saat kita berkecimpung di dalamnya. "Oh begini yah rasanya!"

Predikat Sarjana dari seorang mahasiswa bukanlah hanya titel sementara. Namun, ini merupakan tanggung jawab orang tersebut dlm mengemban titel itu. Sarjana, Doktor, Profesor bahkan Haji sekalipun, bila tidak dipertanggungjawabkan dengan matang, sia-sia sekali semua pengorbanan yang dilakukan. Segala daya upaya orang tua membanting tulang dan memeras keringat untuk membiayai pendidikan kita hingga titel sarjana tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ironisnya, tidak banyak pemuda yang bersyukur akan hal ini. Setelah dapatkan titel sarjana, putus asa mencari pekerjaan dan berakhir dengan menambah jumlah pengangguran dimana - mana. Sedihnya perjuangan ibunda dan ayahanda tak terbayarkan.

Acara Kick Andy selalu menginspirasiku. Minggu lalu dipaparkan 3 orang bertitel doktor, profesor dengan beasiswa luar negeri. Padahal, hidupnya pas-pasan, tapi karena kesungguhannya dlm belajar dan terus belajar, mereka mendapatkan beasiswa di mancanegara. Salah satu dari mereka berkata"Tidak ada orang yang bodoh, yang ada hanya orang yang tidak mendapatkan pengajaran dari guru yang pintar". Subhanallah, manusia diciptakan mempunyai akal yang sempurna, sekarang tergantung bagaimana kta memanfaatkannya. Ada lagi seorang penulis buku "Negeri 5 menara". Ia mendapatkan 8 beasiswa di berbagai penjuru dunia. Beliau mempunyai 2 prinsip yang masih saya ingat:

1. Man Jadda Wa Jadda ( Siapa yang bersungguh-sungguh pasti dapat)
2. Beasiswa sekarang mencapai ratusan, yang mendaftar bukan org pintar, tapi org yg mempunyai ambisi / keinginan yg kuat untuk mendapatkannya. Beasiswa dibuat supaya org mendaftar, jadi ada beasiswa pasti ada peluang untuk kita semua.

Maka sahabat, kehidupan setelah kuliah pasti sangatlah berbeda dan menantang, jagalah predikat sarjanamu nanti sepertiku yg akan menyandang predikat ....

...:Sarjana SASTRA:..



Wassalamualaikum

1 comments: